Laman

Kritik & saran positif silakan di email abd.kholik99@gmail.com / abdul@akplawyer.com / info@akplawyer.com

Selasa, 23 Juni 2015

Doa Hari Keempat Ramadhan



بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد
اَللَّهُمَّ قَوِّنِي فِيْهِ عَلَى اِقَامَةِ اَمْرِكَ، وَاَذِقْنِي فِيْهِ حَلاَوَةَ ذِكْرِكَ، وَاَوْزِعْنِي فِيْهِ لاَِدَاءِ شُكْرِكَ بِكَرَمِكَ، وَاحْفَظْنِي فِيْهِ بِحِفْظِكَ وَسَتْرِكَ، يَا اَبْصَرَ النَّاظِرِيْنَ .

Allâhumma qawwinî fîhi ‘alâ iqâmati amrika, wa adziqnî fîhi halâwata dzikrika, wa awzi’nî fîhi liadâi syukrika bikaramika, wahfazhnî fîhi bihifzhika wa satrika, yâ Absharan nâzhirîn.

Ya Allah, karuniakan padaku kekuatan di dalamnya untuk melaksanakan perintah-Mu. Anugrahkan padaku di dalamnya kelezatan berzikir kepada-Mu. Bantulah aku di dalamnya untuk bersyukur kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Lindungilah daku di dalamnya dengan penjagaan-Mu dan perlin¬dungan-Mu wahai Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi. (Mafâtihul Jinân: bab 2, pasal 3)


Doa Hari Ketiga Ramadhan



بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد
اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِي فِيْهِ الذِّهْنَ وَالتَّنْبِيْهَ، وَبَاعِدْنِي فِيْهِ مِنَ السَّفَاهَةِ وَالتَّمْوِيْهِ، وَاجْعَلْ لِي نَصِيْبًا مِنْ كُلِّ خَيْرٍ تُنْزِلُ فِيْهِ، بِجُوْدِكَ يَا اَجْوَدَ اْلاَجْوَدِيْنَ

Allâhummarzuqnî fîhidz dzihna wattanbîh, wa bâ’idnî fîhi minas safâhati wattamwîh, waj’allî nashîban min kulli khyarin tunzilu fîhi, bijûdika yâ Ajwadal ajwadîn.

Ya Allah, karuniakan padaku di dalamnya pengetahuan dan kesadaran, jauhkan daku di dalamnya dari kebodohan dan kepalsuan, dan anugrahkan padaku bagian dari setiap kebaikan yang diturunkan di dalamnya dengan kedermawanan-Mu wahai Yang Maha Dermawan semua yang dermawan. (Mafâtihul Jinân: bab 2, pasal 3)
Audio


Doa Hari Kedua Ramadhan



بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد
اَللَّهُمَّ قَرِّبْنِي فِيْهِ اِلَى مَرْضَاتِكَ، وَجَنِّبْنِي فِيْهِ مِنْ سَخَطِكَ وَنَقِمَاتِكَ، وَوَفِّقْنِي فِيْهِ لِقِرَآءَةِ آيَاتِكَ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allâhumma qarribnî fîhi ilâ mardhâtika, wa jannibnî fîhi minsakhatika wa naqimâtika, wa waffiqnî fîhi liqirâati âyâtika birahmatika yâ Arhamar râhimîn.

Ya Allah, dekatkan daku di dalamnya pada keridhaan-Mu. Jauhkan daku di dalamnya dari kemurkaan dan kebencian-Mu, serta bimbinglah daku untuk membaca ayat-ayat-Mu dengan rahmat-Mu wahai yang Paling Pengasih dari semua yang mengasihi. (Mafâtihul Jinân: bab 2, pasal 3)
Audio


Doa hari I Ramadhan:

Yaa Allah! Jadikanlah puasaku sebagai puasa orang-orang yang benar-benar berpuasa. Dan ibadah malamku sebagai ibadah orang-orang yang benar-benar melakukan ibadah malam. Dan jagalah aku dan tidunya orang-orang yang lalai. Hapuskanlah dosaku ... Wahai Tuhan sekalian alam!!
Dan ampunilah aku, Wahai Pengampun para pembuat dosa.


Fiqih ;‎ Sunnah² Puasa (Bag. 1)

Sunnah² Puasa diantaranya ;‎

1. Menyegerakan berbuka puasa jika masuk waktu Maghrib.

Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم bersabda, "Manusia terhitung baik semasih ia menyegerakan berbuka puasa" (HR. Bukhari dan Muslim).
Maksudnya kedisiplinan umat Rasulullah dalam melakukan sunnahnya termasuk hal yg dianjurkan.

2. Berbuka dengan 3 (tiga) buah kurma, jika tidak ada kurma berbuka dengan air dan membaca Do'a berbuka puasa.

Dari Sahabat Anas bin Malik رضي الله عنـه, "Sesungguhnya Rasulullah berbuka puasa sebelum shalat dengan memakan beberapa RUTHAB (kurma segar ato basah), apabila tidak mendapatkannya maka beliau berbuka dengan TAMR (kurma kering).
Dan apabila tidak mendapatkannya maka beliau berbuka dengan beberapa teguk air" (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Do'a berbuka puasa ;

- "Allaahumma laka shumtu, wa bika amantu, wa 'alaa rizqika af-thortu.." (HR. Abu Dawud)

Ato ;

- "Dzahabadh-dhoma-u wab-tallatil 'uruuqu wa tsabatal aj-ru Insyaa Allaah.." (HR. Abu Dawud dan An-Nasa'i)

3. Memberi makan kepada orang yg berpuasa, pahalanya sama dengan pahala puasa.

Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم bersabda, "Barangsiapa yg memberi makan orang yg berpuasa, maka pahalanya sama dengan orang yg berpuasa tidak kurang dari pahalanya sedikitpun..!" (HR. An-Nasa'i dan At-Tirmidzi)

واللــــــه اعـــــلم
والعفـــــومــــــنكم ‎

("Ad-Durusul Fiqhiyyah", Sayyidinal Imam Al-'Allamah, Sayyid Abdurrahman bin Seggaf As-Seggaf رضي الله عنـه)

~~» BERSAMBUNG...........


Fiqih ; Yang Membatalkan Puasa

Ada 4 hal yang membatalkan puasa, yaitu ;

1. Berjima' (bersetubuh) di siang hari dengan sengaja walo tidak keluar tanda dan di bolehkan jika di malam hari setelah berbuka.

Firman اَللّهُ سبحانه وتعالى, "Dihalalkan bagimu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri²mu, mereka itu adalah pakaian bagimu dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka.
Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu" (QS. Al-Baqarah, 187)

2. Mengeluarkan muntah dengan sengaja (Jika TIDAK SENGAJA, maka TIDAK BATAL puasanya).

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa muntah dengan sengaja, wajib meng-Qadha' puasanya (karena batal puasanya), dan barangsiapa muntah (dengan tidak sengaja) tidak ada Qadha' baginya" (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, Hadist dari Sahabat Abu Hurairah رضي الله عنـه)‎

3. Mengeluarkan mani dengan cara halal ato haram.
‎
4. Memasukkan sesuatu ke dalam tubuh melalui lubang² tertentu yg terbuka.

Catatan ;
- Lubang² tertentu adalah ; Lubang Mulut, Hidung, Telinga, Mata, Lubang Aurat depan dan belakang.
- Berjima' dengan terpaksa (diperkosa) tidak membatalkan puasanya.
- Keluar muntah karena sakit, tidak membatalkan puasa.
- Keluar mani dengan tidak sengaja (karena mimpi) tidak batal puasanya.

واللــــــه اعـــــلم ‎
والعفـــــومــــــنكم ‎

("Ad-Durusul Fiqhiyyah", Sayyidinal Imam Al-'Allamah, Sayyid Abdurrahman bin Seggaf As-Seggaf رضي الله عنـه)


Sangat Harus Dijaga Disaat Berpuasa ;‎ Menjaga Telinga Qta

Telinga merupakan nikmat اَللّهُ yg besar, yg diciptakan untuk hamba-Nya, agar ia bisa mendengarkan firman-Nya dan sabda Nabi-Nya, juga pembicaraan para ulama dan hukuma yg saleh dari hamba² اَللّهُ سبحانه وتعالى.

Dengan demikian, ia akan beroleh faedah dan manfaat yg banyak dalam upaya menempuh jalan yg diridhai Tuhan, dan memelihara cara hidup yg bisa membantu urusan akheratnya.

Jika telinga itu digunakan untuk mendengarkan segala sesuatu yg diharamkan Tuhan seperti ; Mendengarkan percakapan dusta, umpat-mengumpat, caci-mencaci, dan sgala ucapan yg kotor, maka ia tak ubahnya mengkufuri nikmat pemberian telinga dan tidak mensyukuri karunia Tuhan yg besar itu, karena ia telah menggunakannya pada tempat yg salah.

Hujjatul Islam Al-Imam Ghazaly رضي الله عنـه berkata, "Jangan sekali² menyangka, bahwa dosa itu hanya akan menimpa si pembicara semata. Tidak, si pendengar pun ikut berdosa. Lantaran ia berkomplot dengan pembicara dalam mencaci dan menistakan orang. Jadi, keduanya sama² berdosa !"

Firman اَللّهُ سبحانه وتعالى, "Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan dimintai pertanggung-jawabannya" (QS. Al-Isra', 17;36)

Sbagaimana pendengar kepada yg baik berkomplot pahala dengan pembicaranya, maka pendengar kepada yg buruk juga berkomplot dosa dengan pembicaranya.

أسْتَغْفِرُ اللّهَ الْعَظيْم وأتوبُ إليہ

("An-Nashaaih Ad-Diniyah Wal-Washaaya Al-Imaaniyah", Sayyidinal Imam Al-'Allamah Al-Quthb, Sayyid Abdullah bin Alwy Al-Haddad رضي الله عنـه)