Laman

Kritik & saran positif silakan di email abd.kholik99@gmail.com / abdul@akplawyer.com / info@akplawyer.com

Selasa, 23 Juni 2015

Rahasia Puasa

Puasa adalah salah satu pintu ibadah.
Puasa sangat membantu seseorang untuk taat.

Seorang hamba hendaknya mempelajari batasan dan adab² puasa sehingga mampu menahan diri untuk tidak membicarakan sesuatu yg tidak perlu, terutama GHIBAH dan smua ucapan yg merupakan dosa besar.

Sikap dan perbuatan saat berpuasa hendaknya berbeda dengan hari² dikala tidak berpuasa.
Qta juga harus menjaga hati dari berbagai bisikan serta fikiran buruk dan jahat dengan melakukan dzikir dan ketaatan secara SIRR (rahasia).

Juga harus menjaga lisan agar tidak mengucapkan sesuatu yg buruk sbagaimana menjaga hati.

Sayyidina Ali bin Abi Thalib  كرم الله وجـهه berkata, "Puasa hati lebih baik daripada puasa anggota tubuh dan lisan...
Dan puasa lisan lebih baik daripada puasa anggota tubuh dan perut lapar.."

Saat berbuka hendaknya makan secukupnya dan tidak menyediakan BANYAK LAUK.
Sebab, pada hakikatnya puasa adalah usaha untuk membersihkan tubuh dengan sedikit makan agar hati bercahaya.

Dan juga harus berusaha memperoleh makanan yg baik, yakni yg halal.
Sebab, makanan halal adalah dasar utama dalam beribadah.

Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم bersabda, "Setiap daging yg tumbuh dari makanan haram, maka Neraka lebih pantas baginya..!" (HR. Baihaqi)

أسْتَغْفِرُ اللّهَ الْعَظيْم وأتوبُ إليہ

("Idhahu Asrari 'Ulumil Muqarrabin", Sayyidinal Imam Al-Allamah Al-'Arifbillah, Sayyid Muhammad bin Abdullah Al-Idrus رضي الله عنـه‎)‎


Perbuatan² Yg Merusak Puasa

Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم  bersabda, "Lima perkara yg membatalkan (PAHALA) orang yg berpuasa ; 'Berbohong, Mengumpat, Mengadu Domba, Sumpah Palsu, dan Memandang dengan penuh Hasrat (Syahwat) !"

Sahabat Bisyir bin Harits رضي الله عنـه berkata, "Mengumpat dapat merusak puasa !"

Sayyidina Laits رضي الله عنـه meriwayatkan dari Sayyidina Mujahdi رضي الله عنـه, "Dua perkara yg dapat merusak puasa ; Mengumpat dan Berbohong !"

Juga diterangkan dalam Hadist tentang 2 Wanita yg sedang berpuasa, tetapi keduanya mengumpat orang lain, dalam hal ini Nabi صلى الله عليه وآله وسلم  bersabda,

"Keduanya telah berpuasa dari apa yg dihalalkan oleh اَللّهُ, dan berbuka dengan apa yg diharamkan oleh اَللّهُ atas keduanya !"

Jadi, maksud hati puasa menahan diri dari barang yg halal, malah terjerumus dalam perbuatan yg haram sepanjang siangnya.
Hal ini ibarat orang yg membangun istana tetapi harus mengancurkan seluruh Negeri....!

أسْتَغْفِرُ اللّهَ الْعَظيْم وأتوبُ إليہ

("Syarah Al-'Ainiyyah", Sayyidinal Imam Al-'Allamah As-Sayyid Ahmad bin Zein Al-Habsyi رضي الله عنـه)

~~ Jum'at Mubarroq di Bulan Mulia, Kemuliaan bagi yg Memperbanyak Ibadah dan Sedekah ~~


Fiqih ; Shalat Sunah Setelah Shalat Witir

Pertanyaan ;
Seseorang yg sebelum tidur telah melaksanakan Shalat Witir, kemudian pada malam harinya ia hendak melaksanakan Shalat Malam, apakah ia masih dianjurkan untuk menutup Shalat malamnya dengan Witir ?

Jawabannya ;
Seseorang yg telah mengerjakan Shalat Witir sebelum tidur dan kemudian di malam hari ia menunaikan Shalat Tahajud, maka ia dapat memilih satu diantara dua cara berikut ;

1. Ia mengerjakan Shalat Sunnah 1 rekaat untuk menggenapkan Witir yg ia kerjakan sebelum tidur.
Penggenapan ini dimaksudkan agar dalam 1 malam ia tidak melakukan 2 shalat Witir.

Sebab, Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم pernah bersabda, "Tidak ada dua Shalat Witir dalam satu malam" (HR. Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud)

Setelah itu ia dapat menunaikan Shalat Malam 2 rekaat salam, 2 rekaat salam, sesuai keinginannya.
Kemudian, ia akhiri shalat malamnya tersebut dengan shalat Witir.

2. Ia mengerjakan Shalat Sunnah sesuai kebiasaan ato kemampuannya, dan tidak menutupnya dengan Shalat Witir, karena Shalat Witir yg ia lakukan sebelum tidur telah cukup mewakili.

- Walau kedua cara diatas diperbolehkan, akan tetapi pendapat terkuat ulama menganjurkan agar qta melakukan cara yg kedua, yaitu tidak menggenapkan Shalat Witir.

واللــــــه اعـــــلم
والعفـــــومــــــنكم

(Min Fatwa Ulama Salaf wal Kholaf)


Hakikat Puasa

Secara spesifik, definisi Puasa yaitu, menahan sluruh anggota tubuh dari perbuatan dosa.

Karena puasa secara bahasa brarti menahan, sedangkan menahan sluruh anggota tubuh dari perbuatan maksiat merupakan kewajiban yg harus slalu dijaga.

Contohnya, menjaga pandangan mata dari hal² yg tercela menurut syariat, menjaga lidah dari tutur kata yg buruk menurut syariat, menjaga dan mencegah pandangan mata dari hal² yg makruh maupun haram, mencegah tangan, kaki dan anggota tubuh lain dari hal² yg tercela, dan bahkan mencegah perut dari barang² syubhat saat berbuka.

Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم  bersabda, "Berapa banyak orang yg berpuasa tidak mendapatkan pahala puasanya, kecuali rasa lapar dan dahaga !"

Yaitu, orang yg tidak menjaga anggota tubuhnya dari perbuatan dosa dan yg berbuka dengan makanan yg haram !

أسْتَغْفِرُ اللّهَ الْعَظيْم وأتوبُ إليہ

("Syarah Al-'Ainiyyah", Sayyidinal Imam Al-'Allamah As-Sayyid Ahmad bin Zein Al-Habsyi رضي الله عنـه)


Ramadhan Penuh Ampunan

Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم  bersabda, "Bulan Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan ganjaran kesabaran adalah masuk Syurga !"

Beliau صلى الله عليه وآله وسلم  juga bersabda, "Awal Ramadhan adalah Rahmat, Pertengahannya Ampunan, dan Akhirnya Kemerdekaan dari Api Neraka !"

Sesungguhnya, اَللّهُ سبحانه وتعالى kerap memperhatikan Kaum Muslimin pada malam pertama bulan Ramadhan.

Barangsiapa mendapatkan perhatian dari اَللّهُ سبحانه وتعالى, niscaya tidak disiksa-Nya. Dan selanjutnya, DIA mengampuni mereka pada malam akhir bulan Ramadhan.

Demikian itu lantaran bulan Ramadhan lebih mudah mendapatkan pengampunan dari bulan² lainnya.
Karena itu, tidak seorang pun diharamkan memperoleh ampunan, melainkan disebabkan ia terlampau banyak melakukan Maksiat dan Dosa.

Kami memohon perlindungan dan keselamatan dari kemurkaan اَللّهُ سبحانه وتعالى, siksa-Nya dan segala bencana-Nya....

آمِيـنَ يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن

("An-Nashaaih Ad-Diniyah Wal-Washaaya Al-Imaaniyah", Sayyidinal Imam Al-'Allamah Al-Quthb, Sayyid Abdullah bin Alwy Al-Haddad رضي الله عنـه)


Bagian Doa2...

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
​ألحمد للّه ربّ العالمين
والصلاة والسلام علىا شرف الانبياء والمرسلين سيدنا محمد وعلىاله وصحبه اجمعين

"Yaa اَللّهُ... Yaa Rabb... Kami lewatkan saat mulia ini dengan menjadikan-Mu, pemikul Arsy-Mu, para malaikat-Mu dan seluruh makhluk-Mu sebagai saksi bahwasanya Engkau adalah اَللّهُ, tiada Tuhan selain Engkau, dan Engkau Maha Esa, tiada sekutu bagi-Mu. Dan sesungguhnya Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu !

Yaa اَللّهُ... Sesungguhnya Engkau telah bermurah hati memberikan nikmat ini kepada kami, dan Engkau telah menjadikan nikmat ini sebagai anugerah untuk kami, maka jadikanlah nikmat itu sebagai penyebab timbulnya rasa syukur, penyebab turunnya kenikmatan, penyebab membuka pintu rezeqi seluas²nya, penyebab bertambahnya karunia, penyebab timbulnya rasa cinta dan hidayah, serta pendorong munculnya ikrar dan pengakuan bahwa Engkau adalah tempat bergantung, Wahai  اَللّهُ Tuhan kami....‎

Wahai اَللّهُ Yang Maha Pengampun, ampunilah kami...
Wahai اَللّهُ Yang Maha Menerima taubat, terimalah taubat kami....
Wahai اَللّهُ Yang Maha Pengasih, kasihanilah kami...
Wahai اَللّهُ Yang Maha Penyayang, sayangilah kami....
Wahai اَللّهُ Yang Maha Pemaaf, maafkanlah kami....

Wahai اَللّهُ Yang Maha Kaya dan Pemberi Rezeqi, limpahkanlah ‎segala kebaikan, rezeqi, karunia, kebahagiaan, kesehatan, keselamatan, dan keberkahan Dunia-Akhirat bagi saudara² kami yg senantiasa membantu dakwah dan perjuangan Rasul-MU..

Yaa اَللّهُ.. Yaa Rabb..
Limpahkanlah shalawat, salam dan keberkahan kepada Sayyidina Muhammad dan keluarganya, sahabat²nya, ulama²nya dan para pecintanya, shalawat yg paling utama, salam yg paling suci, dan berkah yg berlipat ganda, sebanyak yg Engkau ketahui, sepenuh timbangan Arsy-Mu, dan sebanyak kalimat-Mu, selama pedzikir menyebut-Mu...

سُبحان ربِّك ربِّ الْعزّة عما يصفون وسلام على المرسلين و آخر دعَواهم أَن الحمد للّه ربِّ العالمين
آمِيـنَ يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن


Posted via Blogaway


Ramadhan

Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan yg tinggi derajat dan besar martabatnya disisi اَللّهُ dan Rasul-Nya, di samping juga menjadi penghulu sgala bulan.

Padanyalah اَللّهُ mewajibkan puasa atas kaum muslimin dan dicatatkannya sbagai kewajiban yg tidak boleh ditinggalkan !

"Hai orang² yg beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang² sebelum kamu agar kamu bertaqwa" (Al-Baqoroh, 2;183)

Pada bulan Ramadhan pula, اَللّهُ menurunkan Kitab Suci-Nya (Al-Qur'an), dan dipilih diantara malam²nya suatu malam "Lailatul Qadar", suatu malam yg lebih utama dari 1.000 Bulan (84 Tahun).

Al-Qur'an mula² diturunkan dari Lauhul-Mahfuzh ke Baitul 'Izzah di langit dunia.
Kemudian diturunkan oleh Malaikat Jibril AS ke atas Nabi Muhammad dengan perintah اَللّهُ سبحانه وتعالى, satu persatu slama 23 Tahun.

Itulah masa turunnya Wahyu atas Nabi Muhammad صلى الله عليه وآله وسلم .
Beliau menerima Wahyu tersebut ketika berusia 40 Tahun, dan wafat pada usia 63 Tahun.

اللهم صل على سيدنا و حبيبنا و شفيعنا و قرة أعيننا و مولانا محمد وعلى آله وصحبه وسلم  

("An-Nashaaih Ad-Diniyah Wal-Washaaya Al-Imaaniyah", Sayyidinal Imam Al-'Allamah Al-Quthb, Sayyid Abdullah bin Alwy Al-Haddad رضي الله عنـه)