Laman

Kritik & saran positif silakan di email abd.kholik99@gmail.com / abdul@akplawyer.com / info@akplawyer.com

Rabu, 24 September 2014

Pantang Berharap kepada selain-Nya


رَسُوْلُ اللَّهِ (ص) : يَقُوْلُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: لَأَقْطَعَنَّ أَمَلَ كُلِّ مُؤمِنٍ أَمَّلَ دُوْنِي بِالإيَاسِ.

Rasulullah (saw) bersabda, "Allah Azzawajalla berfirman (dalam hadits Qudsi), 'Aku benar-benar akan memupus harapan setiap mukmin yang berharap kepada selain-Ku dengan keputusasaan.'"

{Shahifah al-Ridha (as), hal. 276, hadis 20}

اَلإِمَامُ عَلِيٌّ (ع) : مَنْ أَمَّلَ إِنْسَانًا فَقَدْ هَابَهُ.

Imam Ali (as) berkata, "Barangsiapa berharap kepada seseorang, maka sesungguhnya dia telah takut kepadanya."

{Bihâr al-Anwâr, jilid 78, hal. 79, hadis 61}

Pendekkan Angan-angan

رَسُوْلُ اللَّهِ (ص)--لإبن مسعودٍ--: قَصِّرْ أَمَلَكَ، فَإِذَا أَصْبَحْتَ فَقُلْ: إِنِّي لَا أُمْسِي، وَ إِذَا أَمْسَيْتَ فَقُلْ: إِنِّي لَا أُصْبِحْ، وَاعْزِمْ عَلَى مُفَارَقَةِ الدُّنْيَا، وَ أَحِبَّ لِقَاءَ اللَّهِ.

Rasulullah (saw) bersabda kepada Ibnu Mas'ud, "Pendekkanlah angan-anganmu! Jika engkau memasuki pagi hari, maka ucapkan: 'Sesungguhnya aku tidak akan hidup hingga sore hari.' Dan, jika engkau memasuki sore hari, maka ucapkan:  'Sesungguhnya aku tidak akan hidup hingga pagi hari.' Tetapkanlah hatimu untuk berpisah dengan dunia dan cintailah perjumpaan dengan Allah."

{Bihâr al-Anwâr, jilid 77, hal. 101, hadis 1}

الإمَامُ عَلِيٌّ : مَنْ أَيْقَنَ  أَنَّهُ يُفَارِقُ الأَحْبَابَ، وَيَسْكُنُ التُّرَابَ، وَيُوَاجِهُ الْحِسَابَ، وَ يَسْتَغْنِي عَمَّا خَلَّفَّ، وَ يَفْتَقِرُ إِلَى مَا قَدَّمَ، كَانَ حَرِيّا بِقِصَرِ الأَمَلِ وَ طُوْلِ الْأَمَلِ.

Imam Ali (as) : "Barangsiapa yakin bahwa ia akan berpisah dengan orang-orang yang dicintainya, akan tinggal dalam tanah, akan menghadapi hisab, tidak membutuhkan terhadap apa yang ditinggalkannya, dan membutuhkan kepada apa yang telah dikerjakannya, niscaya dia memendekkan angan-angannya dan banyak beramal."

{Bihâr al-Anwâr, jilid 73, hal. 167, hadis 31}

الإمَامُ الْبَقِرُ(ع) : تَزَوَّدْ مِنَ الدُّنْيَا بِقِصَرِ الأَمَلِ.

Imam Muhammad al-Baqir (as) berkata, "Berbekallah dari dunia dengan pendek angan-angan."

{Tuhaf al-'Uqûl, hadis 286}

Selasa, 23 September 2014

Membebaskan Utang Orang yang Kesusahan

Begitu besarnya keutamaan yang diperoleh bagi siapa yang membebaskan orang yang sedang terlilit utang dan kesusahan dalam hal mengembalikannnya, bahkan Allah Ta'ala akan membebaskannya dari siksa api neraka

Dari Abu Hurairah radhiyallahu `anhu, dari Nabi shallallahu `alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda,

كَانَ رَجُلٌ يُدَايِنُ النَّاسَ، فَكَانَ يَقُوْلُ لِقَتَهُ: إِذَا جِئْتَ مُعْسِرًا، فَتَجَاوَزْ عَنْهُ لَعَلَّ اللهَ أَنْ يَتَجَاوَزَ عَنَّا، قَالَ: فَلَقِيَ اللهُ فَتَجَاوَزَ عَنْهُ (متفق عليه)

“Ada seorang laki-laki yang (suka) memberi utang kepada orang lain, kepada pelayannya ia berkata, ‘Jika engkau mendatangi orang miskin maka bebaskanlah (utangnya), mudah-mudahan Allah membebaskan kita (dari siksa-Nya)’. Beliau bersabda, ‘Maka orang itu menjumpai Allah dan Allah pun membebaskannya (dari siksa).’”

[Muttafaq Alaih; Al-Bukhari, 6/379 dalam Al-Anbiya’ dan Muslim, 1562]

Dalam riwayat lain disebutkan, dari Ibnu Mas’ud ia berkata, Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ اْلمَلاَئِكَةَ لَتَلَقَّتْ رُوْحَ رَجُلٍ كَانَ قَبْلَكُمْ ، فَقَالُوْا لَهُ: هَلْ عَمِلْتَ خَيْرًا قَطْ؟ قَالَ لاَ: قَالُوْا: تَذَكَّرْ، قَالَ:لاَ، إِلاَّ أَنَّيْ كُنْتُ أُدَايِنُ النَّاسُ، فَكُنْتُ آمُرُ فِتْيَانِيْ أَنْ يَنْظُرُوْا اْلمُوْسِرَ، وَيَتَجَاوَزُوْا عَنْ اْلمُعْسِرِ. قَالَ الله سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى: تَجَاوَزُوْا عَنْهُ (متفق عليه)

“Sesungguhnya para malaikat mengambil ruh seorang laki-laki sebelum (zaman) kalian, lalu mereka bertanya kepadanya, ‘Apakah engkau pernah, melakukan kebaikan meski sekali?’ Ia menjawab, ‘Tidak pernah’. Mereka berkata, ‘Ingat-ingatlah!’ Ia menjawab, ‘Tidak pernah, kecuali dahulu aku suka memberi utang kepada orang lain, dan aku perintahkan kepada para pelayanku agar mereka melihat (menagih) orang yang berkecukupan dan membebaskan (utang) orang yang miskin’. Maka Allah berfirman, ‘Bebaskanlah dia (dari siksa)’.”

[Muttafaq Alaih; Al-Bukhari, 4/261 dalam Al-Buyu’, Muslim, 1560]

"Perjalanan TERJAUH Tuk Umat Islam"

Tahukah kamu , perjalanan terjauh danterberat bagi seorang umat islam adalah ke "Tanah Suci".
Sebab banyak orang kaya tidak sanggupmengerjakannya.Jangankan setahun  sekali bahkan seumur hidupnya tidak sama sekali singgah ke sana.
Perjalanan terjauh dan terberat adalahperjalanan ke "Tanah Suci"Karena orang pintar dan pandai pun sering tidak mampu menemukannya,walaupun mereka mampu mencari ilmuhingga ke universitas Eropa ataupun Amerika, Mudah melangkahkan kaki ke Jepang, Australia dan Korea dgn semangat yg membara, namunke Tanah Suci tuk umroh atau haji  tetap saja perjalanan yg tidak mampu mereka tempuh walau telah bertitel S3.
Perjalanan terjauh dan terberat adalahperjalanan ke Tanah Suci umroh dan haji .Karena para pemuda yg kuat, sehat yg mampu menaklukkan puncak gunungBromo dan Merapi pun sering mengeluh ketika diajak ke tanah suci buat umroh Alasan mereka pun beragam, ada yangberkata sebentar lagi, ada yg berucap tidak nyaman dicap alim.
Perjalanan terjauh dan terberat adalahperjalanan ke Tanah Suci.
Maka berbahagialah dirimu wahai umat Islam yg telah ber umroh dan berhaji .., sejauh manapun engkau melangkahkankaki, tidak ada perjalanan yg paling indah kalau buka ke tanah suci buat umroh dan haji. Kebanggaan selain perjalananmu ke masjid.
Biar aku beritahu rahasia kepadamu,sejatinya perjalanan umat islam untuk umroh dan haji adalahperjalanan utk menjumpai Rabbmu.Itulah perjalanan yg diajarkan oleh Nabimu, serta perjalanan yg akan membedakan dengan orang-orang yg lupa akan Rabbnya.
Perjalanan terjauh dan terberat itu adalahperjalanan ke "Tanah Suci"Maka lakukanlah walau engkau harus mengorbankan harta mu sbb akan Allah ganti harta mu berkali lipat.
Ketika Yakin dg Janji Allah maka "Kalian dahulukan kepentingan KU, Dunia dan Isinya AKU suruh ikut untukmu..."

By: Duo MBL SMART AP 13
(Dhuha Masjidil Haram Makkah Al Mukaromah)

Senin, 22 September 2014

Buah dari Panjang Angan-angan

       

- الكافي: فِيْمَا نَاجَى اللَّهُ بِهِ مُوْسَى (ع) : يَا مُوْسَى لاَ تُطَوِّلْ فِي الدُّنْيَا أَملَكَ فَيَقْسُوَ قَلْبُكَ، وَالْقَاسِي الْقَلْبِ مِنِّي بَعِيْدٌ.

Di antara percakapan Allah Azzawajalla dengan Nabi Musa (as): "Hai Musa, jangan engkau memanjangkan angan-anganmu terhadap dunia sehingga hatimu menjadi keras. Orang yang berhati keras akan jauh dari-Ku."

{al-Kâfî, jilid 2, hal. 329, hadis 1}

الإمَامُ عَلِيٌّ (ع) : مَنِ اتَّسَعَ أَمَلُهُ قَصُرَ عَمَلُهُ

Imam Ali (as) berkata, "Barangsiapa panjang angan-angannya, niscaya akan pendek amalnya."

{Bihâr al-Anwâr, jilid 77, hal. 421, hadis 40}

الإمَامُ عَلِيٌّ (ع) : أَمَّا طُوْلُ الْأَمَلِ فَيُنْسي الآخِرَةَ.

Imam Ali (as) berkata, "Adapun panjang angan-angan, maka ia akan melalaikan akhirat."

{Al-Kâfî, jilid 2, hal. 336, hadis 3}