Sabtu, 16 November 2013
"Seorang guru bertanya pada muridnya....ini CD kosong dan CD yg berisi software(=informasi). Apakah ada perbedaan berat,ukuran,diatara dua CD tsb akibat perbedaan isi informasi yg mereka punyai? Jawabnya nol,tidak ada perbedaan. Informasi adalah kuantitas yg tidak memiliki berat.informasi bukanlah suatu keberadaan materi. Informasi tidak dapat menjadi materi ataupun energi. Informasi berasal dari suatu tempat lain,dari suatu kecerdasan..."
Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra , berkata : Barangsiapa yg bersandar pd harta ketahuilah bahwa suatu waktu ia akan miskin. Barangsiapa yg bersandar pd harga diri, ketahuilah suatu waktu ia akan hina. Barangsiapa yg bersandar pada akalnya, maka ia aka tersesat . Barangsiapa yg bersandar kpd اَللّهُ SWT, sesungguhnya Dia tak akan pernah miskin, hina dan tersesat.
Allah lebih Dekat dari Urat Nadi
Pada saat bersamaan, ketika Allah itu imanen, Allah juga mutlak transenden. Pada saat bersamaan,ketika Allah lebih dekat dari urat nadi(QS 50:16).Allah juga berada diatas setiap bentuk-pemikiran-ciptaan (QS 2 :256). Disini hanya dipahami melalui intelektual tuh yg menampakkan diri-Nya kepada sang sufi(mistikus) melalui intuisi spiritual. Kaum sufi mengakui naik imanen(kedekatan kedisinian) maupun transenden (kejauhan-kedisanaan). Tak ada bentuk mental yg dapat mewadahi dan melingkupi yg tak Terhingga. Bentuk mental itu sendiri adalah bagian dari yg tak terhingga. Ia adalah hati spiritual,intrument intuisi, yg berada diatas bentuk dan kemampuan memikul kursi Allah. Mengetahui melalui allah,menempuh perjalanan ke Allah, dan didalam allah. Baik olah pikir(meditasi) dan zikir (invokasi). nabi..."Aku adalah Ahmad tanpa m (maksudnya Ahad), aku adalah Arab tanpa a (maksudnya rabb), melihatku berarti melihat al Haq. Nabi adalah prototipe Universal(insan kamil). Prototipe menjadi sarana sang seniman arsitek memperlihatkan kemegahan penciptaan.
Asy-Sya'roni....Kami tidak pernah melihat seorang murid(fakir sufi) pun yg bergaul dengan pemburu dunia,kesenangan nafsu,lupa Allah,kecuali hatinya akan mati dan tidak ada kecenderungan untuk mengikuti majelis dzikir. Al Kahfi 28,"dan janganlah kamu mengikuti orang yg hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya, sementara masalahnya sangat melewati batas."
Orang yang menerbangkan Kebaikkan
Selamat menebar kebaikan..! :)