Laman

Kritik & saran positif silakan di email abd.kholik99@gmail.com / abdul@akplawyer.com / info@akplawyer.com

Sabtu, 16 November 2013

"SATU hal yg harus anda yakini dan sadari jika anda SAAT ini sdg dalam keadaan 'tidak nyaman' secara EKONOMI atau Lainya, SITUASI itu bukan AKHIR dari segalanya, krn anda harus melewati masa kepompong-TERIMA saja dgn IHLAS dan pada SAAT yg tepat NISCAYA anda akan menjadi KUPU-KUPU ( MERDEKA secara ekonomi dll ) tugas anda hanya IHTIAR-DOA dn tawakal, hasilmya biarlah MalaikatNya kerja utk anda!" ┃qjji┃Imam Masgartha #KUARTANEGARA

"Saat engkau BERADA dalam kabut MASALAH dan KESULITAN yg sangat jangan gunakan MATA dan AKAL yg terbatas engkau akan TERSESAT, gunakanlah MATA BATHIN dan AKAL TAK TERBATAS-ia akan membimbing anda pada keajaiban yang akan membuat anda bahagia dan TERHARU!" ┃qjji┃Imam Masgartha KUARTANEGARA

"Semua manusia pernah merasakan kecewa-sakit hati-atau marah, yang harus dipelajari adalah bagaimana mengelola dan mengendalikan semua itu menjadi KEBAIKAN utk pertumbuhan mental anda!" ┃qjji┃ImamMasgartha KUARTANEGARA

HAYATI-FAHAMI-SADARI dan AMALKAN PESAN dari FIRMAN ALLAH SWT INI

Bismillahirrahmanirrahiim, Surah 2 Ayat 177: "Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa." Semoga MERESAP ke TULANG SUMSUM kita, menyatu dgn diri kita ayat INI!

"Jangan LUPA dalam kesibukan apapun, anda USAHAKAN jalan kaki ringan-olah raga, harus ada keringat keluar-agar TETAP stamina prima! Kesehatan adalah BERKAH TERBESAR-NYA!"
┃qjji┃ Imam Masgartha KUARTANEGARA

"Jika seseorg TERLATIH utk menyukai yang tidak disukai 'ego-hawa nafsu' spt puasa sunah-tahajud-dzikirullah dst, MAKA pribadi org tersebut NISCAYA akan memiliki kemampuan utk mengelola dn mengendalikan DIRINYA menuju KEBERUNTUNGAN sesuai IradahNYA!" ┃qjji┃ Imam Masgartha KUARTANEGARA

SHARING : MUTIARA AYAT dan HADIST + MUTIARA KEBAIKAN "BAHAYA LIDAH dn KEUTAMAAN DIAM" “ Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhirat maka berkatalah yang baik, atau (jika tidak), diamlah “. (HR. Bukhori dan Muslim) Rasulullah SAW bersabda (yang artinya): “ Semoga Allah merahmati seseorang yang berbicara kebaikan maka dia beruntung, atau diam dari kejelekan maka dia selamat “. Dan banyak riwayat yang sampai kepada kita tentang bahaya lidah ini, diantaranya, hadits Rasulullah saw (yang artinya): “ Dan tidakkah nanti seseorang akan diseret ke neraka dengan wajah-wajah mereka (di tanah), terkecuali itu karena ulah lidah-lidah mereka “ (HR. At Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim). Dalam hadits yang lain disebutkan (yang artinya):  “ Setiap pembicaraan anak adam adalah (saksi yang) memberatkannya, bukan untuk kebaikannya, kecuali Dzikrullah, Amr Ma’ruf dan Nahi Munkar “. Rasulullah SAW bersabda pula (yang maknanya):  “ Sungguh ada seorang hamba berbicara dengan satu kalimat, dimana ketika mengucapkannya dia tidak perduli (dengan cuek), tapi berkat satu kalimat itu justru dia terjun ke neraka lebih jauh daripada jarak bintang Tsurayya “. [Maa yalfizhu min qawlin illaa ladayhi raqiibun 'atiidun]  “ Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir (Raqib ‘Atid) “ (QS. Qaaf 18) Bahkan diam mendatangkan ibadah yang berpahala, jika diam itu didasarkan karena khawatir berbicara sesuatu yang haram, demi mengharap ridha Allah. Rasulullah saw bersabda (yang artinya): “ Maukah kalian aku beritahukan tentang ibadah yang paling mudah dan paling ringan bagi badan? Diam dan akhlak yang baik “ (HR. Ibnu Abi Dunya).